BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM
“Tidak berkumpul dalam satu rumah dari rumah-rumsh Allah,mereka membaca kitab Allah,saling mengajarkanya sesama mereka,kecuali diturunkan kepada mereka sakinah,rahmat menyirami mereka,para malaikat mengerumini mereka dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di kalangan malaikat yang ada di sisi-Nya”(Hr.Muslim,Abu Daud)
Dahulu pada zaman Rasulullah saw belum ada yang namanya pesantren,sekolah, perguruan tinggi dan tempat –tempat pendidikan yang lain,tetapi kenapa bisa bermunculan hafidz qur’an,ulama,ahli hadist baik anak-anak atau wanita,padah yang selalu menghadiri majelis Rasulullah saw adalah kaum lelaki.
Hal ini terjadi karena di rumah para sahabat r.hum hidup ta’lim di rumah-rumah mereka.setiap mendapatkan satu ilmu dari Rasullah saw mereka menceritakan apa yang di dapat dari Rasulullah saw kepada para istri dan anaknya,sehingga istri dan anak-anak bisa menjadi alim dan alimah.
Para Sahabat r,hum sangat paham bahwa tempat yang paling baik adalah masjid,sehingga mereka berusaha menjadikan rumah-rumah mereka seperti masjid dengan menghidupkan amalan-amalan masjid di rumah mereka.mereka saling mendakwah sesama anggota keluarga,saling menguatkan untuk perkara iman mereka juga saling belajar dan mengajar antar sesama keluarga
Para sahabat r,hum berupaya bagaimana caranya suasana Agama bisa hidup di rumah mereka.saat ini yang terjadi pada rumah kita orang islam adalah sebaliknya,kita berusaha agar rumah kita di penuhi barang-barang dunia yang kurang bermanfaat,tiap hari di putar musik keras-keras,TV yang tidak pernah mati,barang-barang antik yang membuat kita sibuk dengannya danmelupakan Allah (ASTAGHFIRULLAH)
Apabila tradisi yang ada di rumah para sahabat r,hum kita hidupkan lgi di rumah-rumah kita InsyaAllah dari rumah-rumah orang muslim saat ini bisa memunculkan para ahli agama,alim dan alimah,hafidz ,hafidzah dan para mujahid.
Maksud di adakan taklim di rumah adalah agar di rrumah kita ada nur(cahaya amalan agama islam)
Manfaat dari taklim di rumah:
1. Allah swt akan memberikan rahmad,sakinah dan keberkahan pada ahli rumah/keluarga.
2. Akan wujud suasana agama di rumah
3. Ahli keluarga akan tahu nilai-nilai ahirat dan amalan agama
4. Mengeluarkan kebesaran MAAL(harta) dan memasukkan kebesaran AMAL shalih dalam hati.
5. Akan ndapat keyakinan bahwa amal Rasul dapat menyelesaikan masalah kita di dunia dan dakhirat.
6. Rumah kita akan di penuhi nur yang cahayanya sampai ke langit.
7. Malaikat akan masuk dan syaitan-syaitan akan keluar dari rumah
8. Akan menghancurkan 40 majelis maksiat
9. Akan di jauhkan dari fitnah dajjal
Kerugian apabila tidak menghidupkan taklim di rumah
1. Beramal ikut nafsu,
2. Ahli keluarga tidak mengetahui nilai-nilai akhirat karena di dalam rumah tidak ada mudzakarah tentang iman dan amal shalih.
3. Di rumah banyak syaitan,karena suara musik lebih sering terdengar dari pada bacaan-bacaan ayat suci Al-qur’an,gambar-gambar dan patung banyak di simpan di dalam rumah
4. Maksiat merajalela,antar anggota keluarga menjadi kurang rukun,sering terjadi pertengkaran
Itu semua akan terjadi karena rumah yang tidak hidup amalan agama dan taklim di rumah maka ahli keluarga tidak akan tahu pentingnya amalan agama.
Cara membuat taklim rumah:
1. Di rumah hendaklah kita memiliki kitab atau buku ta’lim(spt:fadhilah amal),jika tidak ada bisa menggunakan terjemahan Alqur’an atau buku-buku agama yang di dalam nya terkandung firma Allah dan sabda Nabi(hadits).menurut alim ulama sebaik-baiknya harta yang di simpan di rumah adalh Alqur’an dan buku ta’lim(fadhilah amal).
2. Waktu ta’lim di tetapkan,pilih waktu dimana seluruh anggota keluarga berkumpul.
3. Tempat ta’lim ditentukan istiqomah satu tempat saja dan dikondisikan sebagaimana suasana masjid(bebas dari perabot mewah/patung/gambar mahluk)
4. Baca ta’lim dengan istiqomah setiap hari satu kali.
5. Baca ta’lim secara bergiliran setiap hari mulai bapak/suami,ibu/istri,anak-anak,dst.
6. Baca buku ta’lim secara berurutan,setelah dibaca di tandai dan dilanjutkan kembali besoknya.
7. Semua fadhilah di baca,diutamakan baca fadhilah shalat dan kisah sahabat.
8. Sekali-kali diterangkan adab-adab ta’lim sebelum ta’lim dimulai.
9. Selain ta’lim dengan membaca kitab,taklim rumah di isi dengan mudzakarah sifat-sifat sahabat,halaqah tajwid Qur’an,masa’il,muzakarah wanita,dst.
10. Waktu taklim sekurang-kurangnya 10 menit.
11. Selesai ta’lim ditutup dengan doa kifarah majelis: “Subnallakallahumma wabihamdika asyhaduan lailaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik”
NB:Ta’lim di rumah bukan nhanya buat yang sudah berkeluarga tetapi juga Buat yang masih bellum punya istri dan tinggal sendiri atau di tempat kos.
Maari kita jadikan rumah-rumah kita sesuai dengan yang di sabdakan Rasul yaitu “baiti jannati”(rumahku surgaku).
Rumahku surgaku bukan berarti rumah yang mewah yang penuh barang-barang mahal,banyak mobil dll,tetapi rumahku surgaku adalah rumah yang di dalamnya hidup amaln agama 24 jam sehari.
Wallahu a’lam....








Assalamu'alaikum..
BalasHapusJazakallah khoir ya akhi Taufiq sudah berbagi ilmu ^_^
Salam kenal kembali dari saya.
wassalam,
Rozy
@rozi
BalasHapusWaalaikumsalam..
Sama-sama akh,semoga bisa bermanfaat.
Syukron uda mampir ke blog ana