Rabu, Agustus 20, 2008

HIJAB BAGI WANITA MU'MINAH




BISMILLAH HIRRAHMAANIRRAHIIM

Assalamualaikum wrwrb..

Maha suci Allah swt yang maha agung dan sholawat serta salam untuk orang paling mulia Rasulullah saw.
Disini yang mau saya bahas bukan hanya cadar,tapi hijab secara umum karena yang di syariatkan islam adalah hijab,sedangkan cadar agama lain juga ada yg memakai juga.Aku pernah baca artikel di internet,wanita hindu di india juga memakai cadar walaupun bentuk cadarnya berbeda dg cadar yang di pakai wanita islam.

Dalam islam
Allah Subhanahu wa Telah memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan
hijab sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk
menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang
paling baik.” (Q.S. Al-A’raaf: 26)

“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An-Nur: 31)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah
laku seperti orang-orang jahiliyah.” (Q.S. Al-Ahzab: 33)

“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka
mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati
mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri
orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan JILBABNYA ke seluruh tubuh
mereka.yang demikian itu supaya mereka mudah untuk di kenali,sehingga mereka tidak di ganggu.dan Allah maha pengampun maha penyayang” (Q.S. Al-Ahzab: 59)

di dalam Alqur'an terjemahah bahasa indonesia(terutama terbitan departemen agama),terdapat footnote”jilbab ialah sejenis baju kurung yang dapat menutupi kepala, wajah, dan dada”

dalam suatu riwayat di kemukakan bahwa setelah di turunkan ayat hijab(QS.al-ahzab:53),Siti Saudah (istri Rasulullah)keluar rumah untuk suatu keperluan.Ia seorang wanita yang badannya tinggi besar sehingga mudah untuk dikenali orang.Pada waktu itu Umar melihatnya seraya berkata:”Hai Saudah!Demi Allah,bagaimanapun kami dapat mengenalimu.karenanya cobalah kamu berfikir,mengapa Engkau keluar?”dengan tergesah-gesah saudahpun pulang,sementara itu Rasulullah saw berada di rumah Aisyah sedang memegang tulang(saat beliau makan).Ketika masuk Saudah berkata:”ya Rasulallah,aku keluar untuk suatu keperluan,dan umar menegurku(karena ia masih mengenalku).”karena peristiwa itu turun ayat ini(QS.Al-ahzab:59)kepada Rasulullah saw pada saat tulang itu masih berada di tangan beliau.maka bersabdalah Rasulullah saw,:”sesungguhnya Allah swt telah mengijinkan engkau keluar rumah untuk suatu kepaerluan.”
(DIRIWAYATKAN OLEH ALBUKHARI YANG BERSUMBAR DARI AISYAH)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Istri2 Rasulullah pernah keluar malam untuk buang hajat(buang air).pada waktu itu kaum munafikin mengganggu dan menyakiti mereka.Hal itu di adukan kepada Rasulullah saw,sehingga beliaupun menegur kaum munafikin.Mereka menjawab:”Kami hanya mengganggu hamba sahaya,”turunnya ayat ini(QS,Al-ahzab:59)sebagai perintah untuk berpakaian tertutup agara berbeda dari hamba sahaya.
(Diriwayatkan oleh ibnu sa'id dalam kitab ath-thabaqat,yang bersumber dari abu Malik.
Dirieayatkan pula oleh Ibnu Sa'd yg bersumber dari al-Hasandan Muhammad bin Ka'b Al-Qurazi)


Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Wanita itu aurat” maksudnya
adalah bahwa ia harus menutupi tubuhnya.scr umum aurat bisa di artikan bagian tubuh atau sesuatu yg harus ditutupi(tidak boleh dilihat orang lain).

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalambersabda:

“Sesungguhnya Allah itu Malu dan Melindungi serta Menyukai rasa malu dan
perlindungan”

“Siapa saja di antara wanita yang melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, maka
Allah Azza wa Jalla telah mengoyak perlindungan rumah itu dari padanya

Dan ketika wanita-wanita dari Bani Tamim menemui Ummul Mu’minin, Aisyah ra
dengan pakaian tipis, beliau berkata: “Jika kalian wanita-wanita beriman, maka
(ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan
wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.”


Dari Shofiyah binti Syaibah berkata: “Ketika kami bersama Aisyah ra, beliau berkata:
“Saya teringat akan wanita-wanita Quraisy dan keutamaan mereka.” Aisyah berkata:
“Sesungguhnya wanita-wanita Quraisy memiliki keutamaan, dan demi Allah, saya
tidak melihat wanita yang lebih percaya kepada kitab Allah dan lebih meyakini ayatayat-
Nya melebihi wanita-wanita Anshor. Ketika turun kepada mereka ayat: “Dan
hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.” (Q.S. An-Nur: 31) Maka
para suami segera mendatangi istri-istri mereka dan membacakan apa yang
diturunkan Allah kepada mereka. Mereka membacakan ayat itu kepada istri, anak
wanita, saudara wanita dan kaum kerabatnya. Dan tidak seorangpun di antara wanita
itu kecuali segera berdiri mengambil kain gorden (tirai) dan menutupi kepala dan
wajahnya, karena percaya dan iman kepada apa yang diturunkan Allah dalam kitab-
Nya. Sehingga mereka (berjalan) di belakang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wassalamdengan kain penutup seakan-akan di atas kepalanya terdapat burung
gagak.”

dari keterangan-keterangan di atas bisa di simpulkan bahwa tingkatan hijab baga wanita di bagi menjadi 3,yaitu:
1.Wanita berdiam diri di rumah/di balik tirai hijab
(Q.S. Al-Ahzab: 53)
2.wanita yang keluar rumah dengan jilbab menggunakan penunup muka
(Qs.Al-ahzab:59)
3.wanita yang keluar rumah dengan jilbab tanpa penutup muka
(sesuai dengan batasan aurat yang wajib bagi wanita)


Beberapa syarat hijab yang harus terpenuhi:
1. Menutupi seluruh anggota tubuh wanita -berdasarkan pendapat yang paling rajih /
terang
2. Hijab itu sendiri pada dasarnya bukan perhiasan.
3. Tebal dan tidak tipis atau trasparan.
4. Longgar dan tidak sempit atau ketat.
5. Tidak memakai wangi-wangian.
6. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir.
7. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
8.Tidak bermaksud memamerkannya kepada orang-orang.

Saat ini kita sering menyamakan antara jilbab dan kerudung!padahal yang diimaksud kerundung adalah sejenis baju kurung yang menutup dari kepala sampai di bawah dada.
Sedangkan kerudung adalah penutup kepala sampai leher saja.

Bagi teman-teman yg cewek q punya saran:
1.agar punya cermin yang besar di kamarnya,sehingga ketika mau keluar rumah untuk kuliah atau keperluan lain yg mendesak bisa bercermin dulu,apakah pakaian kita masih terlalu ketat atau sudah sesuai dg cara berpakaian muslimah??
2.hati-hati memilih parfum,jangan memakai parfum yg baunya terlalu menyengat sehingga menarik perhatian karena wanita yang berparfum bisa di golongkan pezina!pilih parfum yg sekedar mencegah bau badan aja.
3.Jangan terlalu banyak menggunakan make-up,make-up yang paling baik adalah air wudhu karena bisa memberikan cahaya kelak di yaumul mahsar.
4.Yakinlah bahwa apabila menjalankan perintah Allah dan sunnah Rasulullah INSYAALLAH akan memperoleh kesuksesan.

dalam sautu riwayat di katakan bahwa kelak di surga para penghuninya akan mengantri untuk bertemu dan melihat wajah Allah,tetapi Allah sendiri yg datang untuk menatap wajah wanita shalihah yg menutup aurat dengan sempurna.

Semoga pembahasan yang ringkas ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua,dan semoga Allah swt mengekalkan hidayah dan iman di hati kita.

إِنَّ اللهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا أَدْرَكَ ذلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ الْمَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ
“Sesungguhnya Allah menetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, dia akan mendapatkannya, tidak bisa tidak. Maka zina mata adalah dengan memandang (yang haram), dan zina lisan adalah dengan berbicara. Sementara jiwa itu berangan-angan dan berkeinginan, sedangkan kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Al-Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Dalam riwayat Muslim disebutkan:
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيْبَهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكُ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظْرُ، وَاْلأُذُنَانِ زِنَاهُمَا اْلإِسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانِ زِنَاهُ الْكَلاَمُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ أَوْ يُكَذِّبُهُ
“Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperoleh hal itu, tidak bisa tidak. Kedua mata itu berzina dan zinanya dengan memandang (yang haram). Kedua telinga itu berzina dan zinanya dengan mendengarkan (yang haram). Lisan itu berzina dan zinanya dengan berbicara (yang diharamkan). Tangan itu berzina dan zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina dan zinanya dengan melangkah (kepada apa yang diharamkan). Sementara hati itu berkeinginan dan berangan-angan, sedangkan kemaluanlah yang membenarkan semua itu atau mendustakannya
taufikismail,

DIALOG IBLIS DENGAN RASULULLAH


DIALOG IBLIS DENGAN RASULULLAH S.A.W
Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia mendatangi Rasulullah SAW untuk memberitahu segala rahasianya; tentang hal - hal yang disukai maupun dibencinya. Maksudnyanya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia. Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, "Hai Iblis! Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar menyuruh engkau menghadap Rasullullah SAW. Hendaklah engkau buka segala rahasia engkau dan apa-apa yang ditanyakan oleh Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, nescaya akan diputuskan semua bagian anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat keras." Demi mendengar kata Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai; panjangnya seperti ekor lembu. Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah SAW. Maka sembah Iblis (laknatullah), "Ya Rasulullah! Mengapa tuan tidak menjawab salam hamba? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?"
Maka jawab Nabi dengan marah,
"Hai Aduwullah seteru Allah! Kepada aku engkau menunjuk baikmu? Jangan engkau mencoba menipu aku sebagaimana engkau menipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil disebabkan hasutanmu, Nabi Ayub kau tiup dengan asap racun pada saat ia sedang sujud hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaimanmeninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Nabi dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja yan tidak aku jawab karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa maumu hingga menemui aku?"
Sembah Iblis,
"Ya Nabi Allah! Janganlah tuan marah. karena tuan adalah Khatamul Anbiya maka tuan dapat mengenali hamba. Kedatangan hamba adalah disuruh Allah untuk memberitahu segala tipu daya hamba terhadap umat tuan dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang tuan tanyakan akan hamba terangkan satu persatu dengan sebenarnya, tak satupun hamba berani menyembunyikannya."
Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata,
"Ya Rasulullah! Sekiranya hamba berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badan hamba menjadi abu."Setelah mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluang untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada sekalian umatku.
Pertanyaan Nabi (1): "Hai Iblis! Siapakah musuh engkau yang paling besar dan bagaimana aku terhadap engkau?"
Jawab Iblis: "Ya Nabi Allah! Tuanlah musuh hamba yang paling besar di antara segala musuh hamba di muka bumi ini."Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun mengeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, "Ya Khatamul Anbiya! Ada pun hamba dapat merupakan diri hamba seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara punsama seperti aslinya, kecuali hanya diri tuan yang tidak dapat hamba tiru karena dicegah oleh Allah. Seandainya hamba menyerupai diri tuan, maka terbakarlah diri hamba menjadi abu. Hamba cabut itikad anak Adam supaya menjadi kafir karena tuan berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam; begitu jugalah hamba berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Hamba akan tarik sekalian umat Islam dari jalan benar kepada jalan yang salah supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersama hamba."
Pertanyaan Nabi (2): "Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu terhadap makhluk Allah?"
Jawab Iblis: "Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang bukan pada tempatnya. Hamba goda segala manusia supaya meninggalkan sembahyang, suka dengan makan minum, berbuat durhaka, hamba lalaikan dengan harta benda seperti emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. Demikian juga ketika tamasya yang bercampur lelaki perempuan. Di situ hamba lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang rasa malu dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu hamba hulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau amal ibadat, hamba akan tahan mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras hamba goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan menyia -nyiakan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah hamba goda mereka setiap saat."
Pertanyaan Nabi (3): "Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah dan berpenat melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai kutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu ? Siapa yang memanjangkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?"
Jawab Iblis: "Semua itu adalah anugerah daripada Tuhan Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur menjadikan hamba menjadi sejahat - jahatnya. Tuan lebih tahu bahwa hamba telah beribu-ribu tahun menjadi ketua kepada seluruh Malaikat danpangkat hamba telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian hamba tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa lama. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka hamba pun membantah. Lalu Allah menjadikan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan sekalian Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali hamba yang ingkar. Oleh itu Allah murka kepada hamba dan muka hamba yang cantik molek dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan hodoh. Hamba merasa sakit hati.Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah sekalian bidadari. Hamba bertambah dengki dan dendam kepada mereka. Akhirnya hamba berhasil menipu melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Kedua mereka berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak.Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun hamba masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya hamba lakukan hingga Hari Kiamat.Sebelum tuan lahir ke dunia, hamba serta bala tentera hamba dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian hamba turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya hamba dapat ( dari berita langit ), dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid'ah dan kacau balau. Tetapi pada saat tuan lahir ke dunia ini, maka hamba tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, karena banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika hamba berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tentera hamba yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahan hamba dan tentera hamba untuk menjalankan tugas hasutan."
Pertanyaan Nabi (4): "Hai Iblis! Apakah yang pertama kali engkau tipu pada manusia?"
Jawab Iblis: "Pertama sekali hamba palingkan niatnya, imannya kepada kafir dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, hamba akan tarik dengan cara mengurangkan pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalan hamba"
Pertanyaan Nabi (5): "Hai Iblis! Jika umatku sembahyang karena Allah, apa yang terjadi pada dirimu?"
Jawab Iblis: "Sebesar-besar kesusahan kepada hamba. Gemetarlah badan hamba dan lemah tulang sendi hamba. Maka hamba kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sembahyang, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, senantiasa hendak cepat habis sholat, hilangkan khusyuknya - matanya senantiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud lama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sembahyang, itu semua membawa kepada kurang pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka hamba sendiri akan menghukum mereka seberat-beratnya."
Pertanyaan Nabi (6): "Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, apa yang terjadi pada dirimu?"
Jawab Iblis: "Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuh hamba, putus-putus segala urat hamba lalu hamba lari daripadanya."
Pertanyaan Nabi (7): "Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, apa yang terjadi pada dirimu?"
Jawab Iblis: "Binasalah diri hamba, gugurlah daging dan tulang hamba karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya."
Pertanyaan Nabi (8): "Jika umatku berpuasa karena Allah, apa yang terjadi pada dirimu?"
Jawab Iblis: "Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepada hamba. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan sekalian Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa.Yang menghancurkan hati hamba ialah segala isi langit dan bumi; yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan keampunan orang yang berpuasa.Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga.Pada hari umat tuan mula berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnyamenangkap hamba dan tentara hamba; jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami."
"Setelah habis umat tuan berpuasa barulah hamba dilepaskan dengan amaran agar tidak mengganggu umat tuan. Umat tuan sendiri telah merasa ketenangan berpuasa seperti mana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan dengan bulan biasa."
Pertanyaan Nabi (9): "Hai Iblis! Bagaimana sekalian sahabatku kepada engkau?"
Jawab Iblis: "Sekalian sahabat tuan juga adalah seteru hamba yang paling besar. Tiada upaya hamba melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. karena tuan sendiri telah berkata ,"Sekalian sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikut mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk." Sayidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersama tuan, hamba tidak dapat hampir kepadanya, apalagi setelah berdamping dengan tuan. Beliau begitu percaya atas kebenaran tuan hingga dia menjadi wazirul a'zam. Bahkan tuan sendiri telah mengatakan jika ditimbang sekalian isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Apalagi dia telah menjadi mertua tuan karena tuan kawin dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafaz Hadis tuan. Sayidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani hamba pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan saksama. Jika hamba pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendi hamba karena sangat takut. Ini karena imannya sangat kuat apalagi tuan telah mengatakan,"JIKALAU ada Nabi sesudah aku maka Umar pasti menggantikan aku", karena dia adalah orang harapan tuan serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar 'Al-Faruq'. Sayidina Usman Al-Affan lagi hamba tidak bisa mendekati, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantu tuan sebanyak dua kali. karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga tuan mengatakan,"Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan tinta merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid."Sayidina Ali Abi Talib pun itu hamba sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat bersopan, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah budak pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada semua berhala. Digelar 'Ali Karamullahu Wajhahu' - dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga 'Harimau Allah' dan tuan sendiri berkata,"Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya." Tambahan pula dia menjadi menantu tuan menjadikan hamba bertambah takut kepadanya."
Pertanyaan Nabi (10): "Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?"
Jawab Iblis: "Umat tuan itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibrail a.s, "Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat. "Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan redha dengan kurniaan Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umat tuan seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka hamba pun sukacita lalu masuk ke dalam badannya, hamba putarkan hatinya ke lautan derhaka dan hamba tarik ke mana saja mengikut kehendak hamba. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat. Lalu hamba goda minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umat tuan terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta,berkelahi sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur."
Pertanyaan Nabi (11): "Siapa yang serupa denganmu?"

Jawab Iblis: "Orang yang meringankan syariat tuan hamba dan membenci orang belajar agama Islam."
Pertanyaan Nabi (12): "Siapa yang mencahayakan mukamu?"
Jawab Iblis: "Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji."
Pertanyaan Nabi (13): "Apakah rahasia engkau kepada umatku?"

Jawab Iblis: "Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka hamba gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sedari."
Pertanyaan Nabi (14): "Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?"
Jawab Iblis: "Jika umat tuan hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah hamba dari mereka. Jika tidak hamba akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benih hamba dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapanya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, hamba yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah rasa kenyang."
Pertanyaan Nabi (15): "Dengan jalan apa tipu dayamu bisa dilawan manusia?"
Jawab Iblis: "Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis kesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air sembahyang, maka padamlah marahnya."
Pertanyaan Nabi (16): "Siapakah orang yang paling engkau lebih suka?"

Jawab Iblis: "Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situ lah hamba mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu."
Pertanyaan Nabi (17): "Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?"
Jawab Iblis: "Orang yang tidur meniarap, orang yang matanya terjaga di waktu subuh tetapi menyambung tidur semula. Lalu hamba jadikan dia terlena hingga terbit fajar. Demikian juga pada waktu lohor, ashar, maghrib dan isya, hamba beratkan hatinya untuk solat."
Pertanyaan Nabi (18): "Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?"
Jawab Iblis: "Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan solat tengah malam."
Pertanyaan Nabi (19): "Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?"
Jawab Iblis: "Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya"

Pertanyaan Nabi (20): "Apa lagi yang memecahkan mata engkau?"

Jawab Iblis: "Orang yang taat kepada kedua ibubapanya, mendengar kata mereka, membantu makan pakai mereka selama mereka hidup, karena tuan telah bersabda, "Syurga itu di bawah tapak kaki ibu "taufikismail

Rabu, Agustus 13, 2008

PERSIAPAN MENJELANG RAMADHAN



KHUTBAH RASULULLAH SAW PADA AKHIR BULAN SYA`BAN
Dari Salman ra. Ia berkata ,”pada ahir bulan sya`ban,Rasulullah saw.berkhutbah kepada kami.beliau bersabda,”Wahai manusia,telah dekat kepadamu bulan yang agung lagi penuh berkah.Bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan.Bulan yang di dalamnya Allah menjadikan puasa sebagai ferdu Dan bangun malam sebagai sunnah.Barang siapa mendekatkan diri di dalamnya dengan beramal sunnah,maka (pahalanya) seperti orang yang beramal fardhu pada bulan lainnya.Dan barang siapa beramal fardhu di dalamnya,maka pahalanya seperti orang yang beramal 70 amalan farrdhu pada bulan lainnya.Inilah bulan kesabaran,Dan pahala sabar adalah surge.inilah bulan kasihn sayang ,bulan saat rizqi seorang mu`min di tambah.Barang siapa member makanan berbuka kepada orang yang berpuasa,maka itu menjadi ampunan bagi dosa2nya,Dan mendapat pahala yang sama tanpa mengurangi pahala orang itu sedikitpun.”Mereka berkata,”Ya Rasulullah,tidak setiap kami mempunyai makanan untuk di berikan kepada orang yg berbuka puasa.”beliau bersabda,”Allah member pahala kepada orang yang member makanan untuk berbuka puasa meskipun sebutir kurma,seteguk air,atau sesisip susu.Inilah bulan yang awalnya penuh rahmat,tengahnya penuh ampunan,Dan ahirnya kebebasan dari api neraka.Barang siapa meringankan beban hamba2 sahayanya pada bulan itu,maka Allah akan mengampuninya Dan membebaskanya dari api neraka.Perbanyaklah empat amalan pada bulan itu.dua diantaranya menyenangkan Tuhannya,Dan dua diantaranya kamu pasti memerlukannya.Adapun dua perkara yang dengannya kamu bisa menyenangkan tuhanmu adalah:Bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah,Dan kamu memohon ampunan-Nya.dan dua perkara yang kamu pasti memerlukannya adalah:kamu memohan surge kepada Allah Dan kamu berlindung kepada-Nya dari api neraka.barang siapa yang member minum kepada orang yang berpuasa,maka Allah akan memberinya seteguk air minum dari telagaku yang tidak akan haus sampi masuk surge.”(HR.Ibnu huzaimah,Baihaqi,Ibnu Hibban)
taufikismail

Senin, Agustus 04, 2008

HADIST

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM.

ASSALAMU`ALAIKUM WR..WB..

HADIS-HADIS TENTANG MENURUNKAN PAKAIAN.

BAJU
1.Dari Asma` binti yazid Al Anshariyah ra,.Ia berkata:Lengan kemeja rasulullah saw.hanya sampai pergelangan tangan(Hr.Abu dawud Dan turmudzi)

PAKAIAN BAGIAN BAWAH(sarung atau celana)

1. .Dari Ibnu Umar ra.bahwa sanya Nabi saw.bersabda:”Barang siapa yang menurunkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong, maka pada hari kiamat nanti Allah tidak akan melihatnya.(HR.BUKHORI)

2. Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya Rasulullah saw.bersabda:”Nanti pada hari kiamat Allah tidak akan melihat orang yang menurunkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong.”(HR.BUKHORI Dan MUSLIM).

3. Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw.beliau bersabda:”kain yang berrada di bawah mata kaki adalah bagian dari API NERAKA.”(HR.BUKHORI)

4. Dari Abu dzar ra. Dari Nabi saw. Beliau bersabda:”ada tiga kelompok manusia yg kelak pada hari kiamat Allah tidak akan mengajak bicara mereka,Allah tidak akan melihat mereka,Dan tidak pula mengampuni dosa mereka,Dan mereka akan mendapat siksaan yang pedih.”Rasulullah saw.mengucapkan kalimat itu tiga kali.kemudian Abu Dzar berkata:”Amatlah kecewa Dan rugi mereka itu.siapakah mereka wahai Rasulullah?”Beliau menjawab :”yaitu orang yang menurunkan kainnya,orang yang suka menyebut-nyebut pemberiannya,Dan orang yang menjual barang dagangannya menggunakan sumpah palsu.”(HR.MUSLIM)

5. Dari Ibnu Umar ra.dari Nabi saw.beliau bersabda:”Orang yang menurunkan kain ,kemeja Dan sorbannya,barang siapa yg memenjangkan sesuatu karena sombong,maka kelak pada hari kiamat Allah tidak akan melihat kepadanya”(HR.ABU DAUD Dan NASA`I)

6. Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata:”pada suatu ketika ada seorang shalat dengan kain yang sampai bahwa mata kaki,maka Rasulullah saw bersabda:bergilah Dan berwudhulah”ia pun pergi Dan berwudhu.”maka ada orang yg bertanya:”Wahai Rasulullah,mengapa engkau menyuruh orang itu wudhu kemudian engkau diamkan?”Beliau bersabda:”Karena ai shalat dengan kain sampai di bawah mata kaki.Sesungguhnya Allah tidak akan menerima shalat seseorang yg memakai kain sampai dibawah mata kaki.”(HR.ABU DAUD)

7. Dari Abu said Al-khudri ra.ia berkata :”Rasulullah saw bersabda :”kain sarung seorang muslim adalah sampai pertengahan betis.dan tidaklah berdosa jika sampai pada diantara betis Dan kedua mata kaki.sedangkan yang sampai di bawah mata kaki atu adalah bagian dari neraka.dan barang siapa yg menurunkan kain sarungnya sampai di bawah mata kaki karena sombong maka kelak allah tidak akan melihatnya.”(HR.ABU DAWUD)

8. Dari Ibnu umar ra,ia berkata:saya berjalan di depan Rasulullah saw sedang kain sarung saya terlalu rendah ,kemudian beliau bersabda:”Wahai Abdullah,naikkanlah kainmu itu.”maka saya pun menaikannya.beliau bersabda lagi :”naikan lagi”.maka saya pun menaikan kain sesuai dengan petunjuk itu.”ada orang yg bertanya :”Sebatas mana kamu menaikan?”Abdullah menjawab:”sebatas pertengahan kedua betis.”(HR.ABU DAWUD Dan TURMUDZI)



WANITA
Dari Ibnu umar ra,ia berkata:Rasulullah saw bersabda :”barang siapa yg menurunkan kainnya karena sombong,maka kelak pada hari kiamat Allah tidak akan melihat kepadanya.”Salamah bertanya :”Maka bagaimana cara wanita menurunkan tepi kain mereka?”Beliau bersabda:”diturunkan sejengkal.”Salamah berkata:”kalau begitu telapak kaki mereka terbuka?”Beliau bersabda :”Boleh di turunkan sehasta,tidak boleh lebih dari itu.”

SUNNAH TIDAK MENGGUNAKAN PAKAIAN MEWAH.

Dari mu`adz bin Anas ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda:”Barang siapa yg meninggalkan pakaian mewah karena tawadhu`(merendahkan diri) kepada Allah padahal ia mampu untuk membelinya,maka kelak pada hari kiamat Allah memanggilnya di hadapan para mahluk,untuk disuruh memilih pakaian sekehendaknya untuk di pakainya.(HR.TURMUDZI)





Afwan ya coz g bisa nulisin matan arabnya,masalahnya q g ngerti gmn cra nulis arabnya,hehehe….

Semoga bermanfaat,Dan siap untuk mengamalkan sunnah Rasulullah saw,Dan menyampaikan ke saudara2 muslim lainnya.

InsyaAllah!









DI BALIK SUNNAH PASTI ADA KEJAYAAN



taufikismail